Wabah Corona Menjelang Ramadhan

Opini

Oleh : Erna Sari Agusta, S.Pd

Marhaban ya Ramadhan, tak terasa 10 hari lagi kita akan memasuki bukan Ramadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan. Bulan yang dinanti oleh setiap kaum muslimin karena didalamnya terdapat kasih sayang dan ampunan dari Allah SWT, serta pembebasan dari api neraka bagi siapa saja yang dapat menjalaninya dengan penuh keikhlasan. Pada bulan itu pula, terdapat kemuliaan malam lailatul qadar yang lebih dari baik dari seribu bulan. Biasanya 10 hari menjelang Ramadhan, kaum muslimin sudah mulai antusias untuk menyambut kedatangan bulan puasa ini. Masjid dan mushola sudah mulai menggaungkan senandung Marhaban ya Ramadhan setiap sebelum adzan maghrib dikumandangkan. Pujian bagi Allah dan shalawat atas Rasul pun  senantiasa menghiasi ibadah malam kaum muslimin. Tidak hanya itu, pasar dan toko pun sudah mulai ramai. Tidak hanya pasar tradisional, swalayan bahkan supermarket pun mulai diserbu para pembeli. Banyak di antara mereka yang mempersiapkan bekal untuk menyambut bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Suasana pasar mulai dihiasai oleh senyuman dan semangat mencari rizki oleh para pedagang pakaian. Seperti diketahui, 10 hari menjelang bulan puasa sampai pertengahan bulan Ramadhan adalah masa-masa emas para pedagang untuk mendulang rizki perniagaan.

Namun, ada yang berbeda dengan penyambutan bulan Ramadhan tahun ini. Merebaknya pandemik corona telah mendatangkan suasana hening dan senyap. Kini, kita tidak dapat lagi mendengar senandung-senandung kerinduan akan hadirnya bulan Ramadhan di masjid dan mushola. Bahkan suara lantunan ayat suci Al-Qur’an yang mengingatkan kamu muslimin untuk bangun dan sholat Subuh pun pun mulai menghilang dari pengeras suara masjid. Sungguh tak terbayangkan jika suasana seperti itu masih berlanjut hingga bulan Ramadhan tiba. Bagaimana kaum muslimin dapat mempersiapkan diri mereka untuk sahur? bisa-bisa para pesahur bangun kesiangan karena tidak ada ‘suara berisik’ yang membangunkannya. Suasana subuh kini tak lagi ramai dengan dzikir dan doa para jamaah di masjid dan mushola. Suara tadarus dan ta’lim pagi pun, kini tak lagi mengiringi matahari yang akan terbit di ufuk timur.

Dengan adanya wabah corona ini, panitia kegiatan Ramadhan di masjid dan mushola sudah mulai mengumumkan bahwa tidak akan menyelenggarakan shalat tarawih berjamaah, tadarus bersama, sahur on the road, dan ifthor jam’i. Semua kegiatan tersebut dilakukan jamaah di rumah mereka masing-masing bersama keluarga. Biasanya 10 hari menjelang bulan Ramadhan, jadwal penyedia konsumsi buka puasa untuk para musyafir dan snack untuk para jamaah yang ikut tadarus selepas tarawih sudah beredar di setiap RT. Akan tetapi, berhubung keadaan lingkungan yang belum bebas corona, kegiatan itu kini ditiadakan. Begitu pun dengan suasana menjelang magrib ngabu berit yang biasanya ramai dengan para pembeli makanan, sepertinya akan pudar pula. Hal ini dapat dilihat dari tidak adanya tenda-tenda penjual ta’jil yang biasanya sudah berdiri kokoh di setiap lapangan Gedung Warga. Suasana menjelang Ramadhan tahun ini benar-benar sepi.

Ketua DKM setiap masjid pun sudah mengeluarkan surat edaran yang berisi pelarangan Tarhib Ramadhan, yaitu suatu tradisi penyambutan dan syiar bulan suci Ramadhan. Biasanya seluruh warga dalam satu RW, mulai dari anak-anak sampai lansia akan menyelenggarakan Tarhib Ramadhan dengan berjalan keliling kompleks, sambil mengumandangkan senandung lagu Marhaban Ya Ramadhan. Dengan dipadu tabuhan suara gendang marawis, iring-iringan warga tersebut tentu akan membuat jalanan menjadi ramai dan penuh suka cita dalam menyambut bulan  Ramadhan. Akan tetapi, dengan adanya pelarangan ini, tentu bulan Ramadhan akan datang dengan sendirinya tanpa sambutan yang meriah.

Ramadhan tahun ini terlihat sangat sunyi. Kita tidak dapat melihat riuhnya pasar yang berjubel dengan para pembeli. Semenjak pemerintah mengumumkan untuk berkerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah serta pemberlakukan PSBB, maka setiap orang tidak diperkenankan untuk berada di luar rumah tanpa keperluan yang mendesak. Semua pasar, toko dan warung di pinggir jalan harus tutup untuk menghindari adanya kerumunan massa. Hanya pasar-pasar besar yang menangani kebutuhan logisik dan toko-toko obat yang masih diperkenankan untuk buka. Itu pun pembelian harus dilakukan dengan media pesan antar.

Dalam 10 hari menyambut bulan Ramadhan ini, entah rasa senang atau sedih yang menyelimuti diri setiap orang. Bagi para guru dan siswa, mungkin mereka akan merindukan saat-saat bersama dalam mengadakan kegiatan pesantren kilat, bakti sosial, dan buka puasa bersama..Bagi mereka para pekerja harian, mungkin tak terpikirkan untuk membeli segala perlengkapan dan kebutuhan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di tengah situasi pandemi global  ini. Hal terpenting bagi mereka hanyalah bagaimana ia dan keluarganya dapat bertahan hidup di setiap harinya. Bagi mereka para pedagang pakaian, mungkin hanya akan memikirkan bagaimana stok barang di tokonya dapat berkurang agar uang mereka mereka tidak terpendam dalam modal dan mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Sebagaimana diketahui, posisi pedagang pakaian di saat polemik corona ini memang sangat sulit karena mereka harus bersaing dengan toko-toko online yang kini semakin dilirik masyarakat dengan adanya keterbatasan ruang gerak.  

Tidak hanya pedagang pakaian, para pemilik showroom mobil bekas pun sangat merasakan dampak dari wabah corona ini. Biasanya dalam 10 hari jelang Ramadhan, banyak konsumen yang datang silih berganti ke showroom mereka, entah untuk membeli mobil atau pun tukar tambah mobil mereka. Usaha jual beli mobil termasuk yang diuntungkan dengan datangnya bulan Ramadhan, karena orang akan berpikir untuk membeli mobil yang akan mereka pakai untuk pulang kampung. Jelang Hari Raya Idul Fitri, warga yang biasanya mudik pasti lebih memilih membeli mobil bekas dengan harga terjangkau ketimbang mereka harus ngecer dikampung untuk pergi bersilaturahmi ke rumah sanak saudara dan tempat wisata di kampung, Walaupun mungkin, mobil tersebut akan mereka jual kembali setibanya mereka dari kampung halaman. Alternatif ini dipilih karena biaya yang dikeluarkan dengan kendaraan pribadi lebih sedikit dari pada kendaraan umum, apalagi untuk keluarga yang jumlah anggotanya banyak. Akan tetapi dengan adanya aturan social distancing dan pelarangan mudik, akhirnya banyak showroom yang harus tutup karena tidak adanya pembeli.

Nampaknya, wabah corona ini telah menutup sebagian besar kegiatan yang dapat mendatangkan rizki kepada seorang, tak terkecuali dengan para ustadz. Biasanya 10 hari menjelang Ramadhan, para ustadz sudah mulai sibuk mengatur waktu untuk memenuhi panggilan di setiap event yang diselenggarakan oleh panitia Ramadhan agar tidak bentrok. Mereka ada yang bertugas sebagai imam atau penceramah yang mungkin berpindah tempat setiap harinya. Akan tetapi, dengan adanya pelarangan untuk mengadakan kegiatan yang mengumpulkan orang banyak, maka dengan sangat terpaksa banyak kegiatan-kegiatan tersebut yang harus dibatalkan. Keadaan demikian tentu akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan hidup sang pemberi ilmu tersebut beseta keluarganya.

Apa pun yang telah dipaparkan di atas, hanyalah pandangan manusia yang bersandar pada apa yang dilihat secara zhohir. Corona memang telah memiliki dampak yang luar biasa, khususnya dalam 10 hari menjelang bulan Ramadhan tahun ini. Akan tetapi, sebagai manusia kita juga harus ingat bahwa ada Sang Pemberi Rizki yang tidak pernah tidur dan membiarkan hambanya kesusahan dalam menghadapi bulan Ramadhan yang mulia. Selama seseorang mau berusaha maka akan terbuka pintu rizki untuknya, bahkan dari arah yang tak disangka-sangka. Suasana sepi yang dirasakan menjelang Ramadhan tahun ini, hanyalah sebagai alat yang dapat membuat kerinduan lebih dalam kepada bulan yang penuh berkah ini. Suasana sunyi pun merupakan media yang dapat mengingatkan kita betapa pentingnya bulan Ramadhan. Tidak hanya sekedar memikirkan tentang apa yang kita pakai untuk menyambut hari yang fitri, tetapi juga berpikir bagaimana mencapai derajat muttaqin dengan serentetan amal shalih yang harus kita lakukan di bulan yang mulai ini.      

Read more >

Kata Sambutan

About

Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Dengan mengucapkan segala puji ke hadirat Allah SWT, disertai rasa syukur karena  dengan bimbingan, rahmat, dan karunia-Nya lah akhirnya Website sekolah ini dapat kami perbaharui dengan domain https://www.mtsn28jkt.sch.id.

Selamat datang di Website resmi Madrasah Tsanawiyah Negeri 28 Jakarta. Dalam perkembangan era globalisasi dan pesatnya kemajuan teknologi dan informasi ini, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan sebuah website untuk dunia pendidikan khususnya sekolah, sangatlah penting. Media website dapat digunakan sebagai penyedia sarana dalam menyebarluaskan informasi dan perkembangan terkini dari sekolah, yang memang harus diketahui oleh setiap stakeholder secara ril. Di samping itu, website juga dapat menjadi ajang promosi sekolah yang cukup efektif. Berbagai kegiatan kemajuan sekolah dapat disampaikan dan di-upload, disertai data maupun gambar yang relevan, sehingga masyarakat dapat mengetahui prestasi-prestasi yang telah berhasil diraih oleh MTs Negeri 28 Jakarta.

Sebagai media pembelajaran, website sekolah dapat juga sebagai sarana untuk memuat blog dan e-learning yang dibuat oleh guru-guru. Di dalam blog tersebut guru dapat menuliskan berbagai artikel tentang pembelajaran atau materi penting mata pelajaran yang terkait dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dan dengan  e-learning guru dapat memberikan tugas mandiri kepada peserta didik sehingga akan menunjang sarana kegiatan pembelajaran dengan berbasis Teknologi dan Informasi.

Website juga dapat dijadikan sarana komunikasi antara sekolah dengan para alumni. Bahkan alumni dapat memanfaatkan website sekolah untuk koordinasi dan konsolidasi, sehingga terbentuk ikatan alumni yang semakin solid. Sekolah menyadari bahwa alumni merupakan salah satu potensi yang apabila digali dan dikelola dengan baik dan benar akan mampu memberikan kontribusi yang sangat besar dan positif kepada sekolah. Oleh karena itu, saya sangat berharap, melalui website ini, himpunan alumni MTs Negeri 28 Jakarta semakin kuat, sehingga pada waktunya nanti dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi kemajuan sekolah tercinta ini.

Akhir kata  Tak ada gading yang tak retak ” segala sesuatu pasti memiliki kekurangan atau kelemahan masing-masing baik dalam bentuk tulisan maupun penyajian pada website MTs N 28 Jakarta. Oleh Karena itu, kami akan terus belajar dan meng-update diri, sehingga mutu dan kualitas dari tampilan serta isi website kami akan terus berkembang. Kepada tim pembuat dan pengelola website sekolah, kami mengharapkan agar terus senantiasa mengembangkan website dengan semangat dan pantang menyerah. Terima kasih atas kerjasamanya, maju terus untuk mencapai MTs Negeri 28 Jakarta yang lebih berkualitas dan sukses dalam mencerdaskan kehidupan anak Bangsa Indonesia.

Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hormat kami,

Kepala MTs Negeri 28

ttd

Hj. Siti Husna, M.Pd

NIP. 196304141991032002

Read more >